Cari aplikasi program di Linux ?

Buat temen2 yang pengen masuk ke Linux tapi mau survey program aplikasi yang cocok dengan Windowsnya, bisa lihat ke sini :

http://linuxappfinder.com/alternatives

Dan kalau aplikasi Windowsnya pengen jalan di Linux, bisa lihat di sini, siapa tahu sudah kompatibel sehingga segera bisa jalan melalui Wine :

http://appdb.winehq.org/

(sumber : dari websitenya Mas Riyogarta)

Kok bisa, eks 100% pengguna Windows menjadi 100% pengguna Linux (Ubuntu) ?

Waktu surfing, gak sengaja saya ketemu posting ini :

http://riyogarta.com/2009/03/08/tips-menjadi-100-pengguna-linux-ubuntu/

Yang membuat saya tertarik adalah komentarnya :

Karena yang sebenarnya tidak bisa itu –menurut saya– adalah 100% pengguna Linux pindah menjadi 100% pengguna Windows

Banyak benernya juga, sich :-)

Saya sich baru ber-angan2 menuju ke sana, saat ini baru 70% berjiwa ubuntu :-) . Kalau di rumah sich, sudah 100% linuxer…

Cemilan Bogor Sari Snack, belum kadaluarsa, tapi sudah tengik

Hari Minggu tgl 24 Mei 2009, saya beli cemilan Pangsit Mini merk Bogor Sari Snack, dari supermarket, persisnya saya lupa, antara Giant, Superindo atau Carrefour. Di kemasan tertera tanggal 30 Oct 2009, yang mestinya informasi mengenai tanggal kadaluarsa.

Tanggal 28 Mei 2009, saya membuka kemasannya, dan berencana menikmatinya, dengan memakannya. Sayangnya, hal sederhana itu tidak terlaksana, karena begitu saya memakannya, saya merasakan keanehan pada rasanya. Tidak enak ! Dan setelah menciumnya, saya tahu penyebabnya. Makanan tersebut telah berbau tengik, dan tidak layak untuk dimakan !

Aneh ya, tanggal kadaluarsanya masih 5 bulan lagi, tapi barangnya sudah busuk, tidak bisa dimakan.

Saya (dan teman2) jadi kapok makan produk Bogor Sari Snack, yang tidak bisa menjaga kualitas makanannya :-(

Mudah2an saya masih bisa mendapatkan kembali uang saya yang terpakai untuk membeli makanan itu, atau setidaknya tidak ada lagi orang yang membuang uangnya untuk membeli produk basi seperti itu.

Update 5 Juni 2009 :

Akhirnya saya berhasil menemukan struk belanja yang dicari, dan setelah saya complain ke Giant mengenai makanan tengik itu, dengan ramah manager Giant setempat memeriksa cemilan tersebut, dan tanpa kesulitan saya mendapatkan uang saya kembali. Salut untuk petugas Giant yang ramah dan cepat tanggap.

Semoga Giant menegur Bogor Sari untuk memperbaiki produknya, demi keselamatan konsumen.

Pilih Blackberry atau iPhone ? You choose !

Akhir2 ini semakin banyak saja teman2 kita yang punya Blackberry. Beberapa yang lain membeli Blackberry Compatible Phone seperti Nokia E63, E71 dan sebangsanya. Saya yakin hal itu dipicu oleh warna2 ngejreng dari softcase Blackberry yang sering digunakan artis2 sinetron kita :-) . Biasa, artis selalu jadi trendsetter. Gak peduli apakah mereka bener2 butuh gadget sarat fasilitas seperti Blackberry itu, atau hanya sekedar gaya doang. Tapi kembali ke judul di atas, saya tidak akan memperpanjang pembahasan mengenai trend seperti itu.

Selain Blackberry, belakangan ini muncul tawaran yang tidak kalah menarik, yaitu iPhone, yang secara resmi dimasukkan ke Indonesia oleh Telkomsel. Berbeda dengan Blackberry (sebelum masa BB Storm) yang menggunakan tombol QWERTY (pakai jempol), sejak semula iPhone menonjolkan kemampuan TouchScreen-nya sebagai media input (pakai telunjuk atau stylus). Lebih intuitif tentunya. Yang membuat saya heran, masing2 punya fans-nya sendiri-sendiri. Ada yang maniak BB, dan ada yang membela iPhone mati2an. Hal seperti itulah yang memenuhi benak saya ketika akan memutuskan, mau beli yang seperti BB, atau yang seperti iPhone ?

Setelah tanya sana-sini (tentu saja termasuk Mr.Goog), akhirnya saya berkesimpulan bahwa memang kedua-duanya mempunyai kutubnya masing2. Di sini saya akan berbagi tips dengan Anda, kalau Anda mempunyai kebingungan yang sama dengan saya tadi.

Blackberry dan sebangsanya akan sangat berguna bila kita sangat terikat dengan email.  Kita ingin email buat kita segera masuk ke BB kita, dan kita bisa membacanya dan membuka attachmentnya dengan mudah. Kita juga ingin membalas email itu secepatnya. Jadi kata kuncinya adalah kekinian email. Selain itu, BB juga menyediakan fasilitas browsing, meski penggunaannya tidak semudah di komputer. Untunglah ada roller yang mempermudah pengendalian cursor di layar. Tetapi point utama BB adalah email. Plus kemudahan mengetik SMS dgn 2 jempol :-) Sedangkan kelemahannya terletak di layar display yang kecil (kecuali BB Storm yang baru saja diluncurkan).

Sedangkan iPhone dan gadget lain yang menggunakan touch screen akan jauh lebih mudah digunakan oleh pengguna awam sekalipun. Layarnya yang besar (karena tidak perlu menyediakan ruang untuk tombol2 QWERTY) membuat kita lebih nikmat mengakses internet, melihat film atau sekedar membaca SMS. Jadi produk ini lebih dikhususkan bagi mereka yang tidak terlalu email-minded, tapi tidak bisa lepas dari internet atau menikmati file2 multimedia seperti video atau game. Jadi kuncinya di sini adalah internet browsing dan multimedia.

Saya adalah tipe yang ke 2. Tidak aktif dengan email, tetapi ingin mengakses internet dimanapun saya berada. Jadi, kalau Anda tidak perlu dikejar2 email, kenapa harus BB ?

-alphaphil-

Sumber :

http://i-teve.com/2009/05/i-tech-budi-putra-soal-smartphone/

Speedy Unlimited Multispeed

Setelah berbulan-bulan menunggu realisasi gosip hangat yang beredar di kalangan pengguna internet Indonesia, akhirnya TELKOM melakukan peluncuran layanan Speedy Unlimited Multispeed pada 1 April 2009.

Keterangan detail tentang layanan ini bisa dilihat di sini :

http://main.telkomspeedy.com/index.php?option=com_content&view=article&id=112&Itemid=66#tsdc

Pelanggan Speedy lama dapat mengganti paket layanannya dari Paket Kuota menjadi Paket Unlimited dengan mendatangi Plasa Telkom di daerah Anda. Beberapa saksi mata mengatakan bahwa penggantian dapat dilakukan lewat telepon 147, tetapi sebagian lain mengatakan tidak.

Read more »