Ternyata, Internet Kalah Cepat dari Merpati Pos

Ini kisah nyata di Afrika Selatan.

http://www.inilah.com/berita/teknologi/2009/09/15/156056/internet-kalah-cepat-dari-merpati-pos/

INILAH.COM,Jakarta- Internet tidak selamanya mengalahkan teknologi kuno. Pekan ini sebuah call-center di Afrika Selatan yang frustrasi, membuktikan merpati lebih cepat dari internet.

Call center itu memutuskan untuk menggunakan burung merpati pos bernama Winston untuk mentransfer data sebesar 4GB dari satu kantor ke kantor lainnya yang berjarak 50 mil, karena koneksi internet yang lambat.

Di saat yang bersamaan, seorang petugas komputer menekan tombolnya untuk mengirim data lewat internet. Wisnton si merpati ternyata menang dengan jeda waktu sangat lama.

“Winston tiba setelah dua jam, enam menit, dan 57 detik,” kata Kevin Rolfe, Kepala Departemen Teknologi Informasi di Grup Unlimited, sebuah call-center yang berpusat di Durban.

Sementara untuk transfer data melalui internet baru menyalurkan 100MB atau sekitar 4 persen dari total data keseluruhan.

Afrika merupakan wilayah yang membayar harga tinggi untuk koneksi internet yang paling tidak dapat diandalkan di dunia.[ito]

Catatan : Di Jakarta juga gitu khok :-)
Seorang karyawan EDP terpaksa menggunakan jasa kurir utk mengantarkan data sebesar 100 MB ke rekannya di kota yang sama, karena kapasitas pengiriman data di tempatnya cuma max. 64kbps.

Kapasitas maksimum Microsoft Outlook

Ini keterangan langsung dari Microsoft :

The total file size of a .pst cannot exceed 2 gigabytes (GB).
Source :
http://support.microsoft.com/kb/197752/en-us

Jadi kalo ada orang di luar sana mau minta tambah kapasitas Outlook, biar dia bisa terima dan kirim email sesukanya dan selama-lamanya, minta aja ke Bill Gates ! Jangan ke saya !

Cari aplikasi program di Linux ?

Buat temen2 yang pengen masuk ke Linux tapi mau survey program aplikasi yang cocok dengan Windowsnya, bisa lihat ke sini :

http://linuxappfinder.com/alternatives

Dan kalau aplikasi Windowsnya pengen jalan di Linux, bisa lihat di sini, siapa tahu sudah kompatibel sehingga segera bisa jalan melalui Wine :

http://appdb.winehq.org/

(sumber : dari websitenya Mas Riyogarta)

Kok bisa, eks 100% pengguna Windows menjadi 100% pengguna Linux (Ubuntu) ?

Waktu surfing, gak sengaja saya ketemu posting ini :

http://riyogarta.com/2009/03/08/tips-menjadi-100-pengguna-linux-ubuntu/

Yang membuat saya tertarik adalah komentarnya :

Karena yang sebenarnya tidak bisa itu –menurut saya– adalah 100% pengguna Linux pindah menjadi 100% pengguna Windows

Banyak benernya juga, sich :-)

Saya sich baru ber-angan2 menuju ke sana, saat ini baru 70% berjiwa ubuntu :-) . Kalau di rumah sich, sudah 100% linuxer…

Cemilan Bogor Sari Snack, belum kadaluarsa, tapi sudah tengik

Hari Minggu tgl 24 Mei 2009, saya beli cemilan Pangsit Mini merk Bogor Sari Snack, dari supermarket, persisnya saya lupa, antara Giant, Superindo atau Carrefour. Di kemasan tertera tanggal 30 Oct 2009, yang mestinya informasi mengenai tanggal kadaluarsa.

Tanggal 28 Mei 2009, saya membuka kemasannya, dan berencana menikmatinya, dengan memakannya. Sayangnya, hal sederhana itu tidak terlaksana, karena begitu saya memakannya, saya merasakan keanehan pada rasanya. Tidak enak ! Dan setelah menciumnya, saya tahu penyebabnya. Makanan tersebut telah berbau tengik, dan tidak layak untuk dimakan !

Aneh ya, tanggal kadaluarsanya masih 5 bulan lagi, tapi barangnya sudah busuk, tidak bisa dimakan.

Saya (dan teman2) jadi kapok makan produk Bogor Sari Snack, yang tidak bisa menjaga kualitas makanannya :-(

Mudah2an saya masih bisa mendapatkan kembali uang saya yang terpakai untuk membeli makanan itu, atau setidaknya tidak ada lagi orang yang membuang uangnya untuk membeli produk basi seperti itu.

Update 5 Juni 2009 :

Akhirnya saya berhasil menemukan struk belanja yang dicari, dan setelah saya complain ke Giant mengenai makanan tengik itu, dengan ramah manager Giant setempat memeriksa cemilan tersebut, dan tanpa kesulitan saya mendapatkan uang saya kembali. Salut untuk petugas Giant yang ramah dan cepat tanggap.

Semoga Giant menegur Bogor Sari untuk memperbaiki produknya, demi keselamatan konsumen.